Inilah Jenis Plasenta Previa Dan Penyebabnya Yang Harus Diketahui

 

Bagi ibu hamil anak pertama yang belum tahu menahu tentang kehamilan pasti masih asing dengan istilah plasenta previa. Yang kita tahu mungkin hanyalah plasenta sebagai penghubung antara ibu dengan janin. Lewat plasenta inilah janin akan mendapatkan makanan dan juga menerima oksigen. Ada beberapa hal yang dapat terjadi pada janin karena kondisi plasenta ini.

Oleh karena itu bagi wanita yang mengalami plasenta previa harus mendapatkan pengawasan medis yang teratur dari dokter. Hal ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan bayi dapat tumbuh dengan sehat dan normal. Ternyata ada beberapa jenis keadaan plasenta ini, silahkan simak informasi detailnya.

Jenis plasenta previa

  1. Parsial (tidak lengkap)

Jenis ini ada dua yaitu edge dan lateral. Dalam kasus edge atau tepi, ada sekitar 1/3 bagian yang ditutupi. Sedangkan untuk previa lateral ada 2/3 bagian yang ditutupi plasenta sehingga faring keluar dari rahim hingga ke serviks. Untuk Anda yang di diagnosis dengan kasus ini, jangan panik dan khawatir berlebih karena plasenta bisa saja kembali ke posisi normalnya sebelum proses melahirkan tiba.

  1. Lengkap (tengah)

Ini adalah salah satu kasus yang abnormal karena letak plasenta yang sulit. Hal ini terjadi karena plasenta secara keseluruhan menutupi faring rahim sehingga bayi akan sulit memasuki jalan lahir. Hal ini juga beresiko bagi ibu karena dapat menyebabkan pendarahan berat. Cara aman untuk melahirkan dalam kasus ini adalah dengan melakukan operasi Caesar.

 

Bila Anda masih penasaran dengan plasenta previa ini, tentu saja Anda juga ingin tahu apa saja penyebabnya yang dapat memicu hal ini. Biasanya hal ini terjadi karena sel telur tidak bisa menempel di fundus uterus dengan tepat. Hal ini bisa saja terjadi bila rahim sang ibu baru saja mengalami proses kuret sehingga implantasi kurang bisa sempurna dikarenakan adanya jaringan parut.

 

Selain karena proses kuretase atau proses Caesar sebelumnya, hal lain yang dapat menyebabkan ini terjadi adalah penggunaan teknologi reproduksi. Di jaman yang semakin maju, ada banyak cara untuk mempermudah mendapatkan kehamilan namun ternyata beresikoplasenta previa.

Salah satu contohnya adalah karena implantasi sel telur hasil dari fertilisasi yang ternyata tertunda menyebabkan sel telur melekat lebih rendah ke rahim. Hal ini karena pembuahan terjadi bukan pada saat ovulasi dan sel telur biasanya berada di rongga rahim. Namun biasanya hal ini dilakukan untuk mendapatkan keberhasilan yang lebih tinggi.

 

Penjelasan tentang plasenta previadiatas semoga dapat menambah pengetahuan Anda. Sebagai ibu hamil, kita harus terus menambah informasi tentang kehamilan sehingga dapat mengusahakan yang terbaik untuk kehamilan sehingga ibu dan bayi dapat tumbuh sehat tanpa kendala apapun. Bila ternyata ada kendala seperti hal ini, Anda dapat segera mengkonsultasikannya ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Leave a Reply