Berbagai Tahapan Dalam Proses Kehamilan Yang Wajib Anda Ketahui

 

Proses kehamilan yaitu dimulai ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan suami atau pria. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seorang wanita bisa mengandung atau hamil. Syarat-syarat tersebut antara lain adanya sel sperma, adanya sel telur, hormonal normal dan anatomi (struktur organ reproduksi), terjadinya proses pembuahan dan nidasi pada 6 sampai 7 hari setelahnya. Jika syarat di atas tidak ada, maka akan mustahil bagi seorang wanita bisa terjadi kehamilan.

Jika seorang wanita mengandung atau hamil, maka akan mengalami beberapa proses kehamilan dan perkembangan janin. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui apa saja proses-prosesnya, mari simak penjelasan di bawah ini!

Proses Kehamilan Dan Perkembangan Janin

Beberapa proses kehamilan dan perkembangan janin yang wajib Anda ketahui di antaranya sebagai berikut:

  1. Proses Ovulasi

Proses kehamilan yang pertama adalah ovulasi. Ovulasi merupakan sebuah proses di mana ovarium atau indung telur melepas ovum atau sel telur menuju ke tuba falopi guna dibuahi oleh sperma pria. Di mana ovarium sendiri merupakan suatu tempat yang berfungsi menghasilkan sel telur dan di dalamnya terdapat kantong-kantong (folikel) yang berisi sel telur dan cairan. Sel telur yang sudah matang akan ke luar dari ovarium dan ditandai dengan pecahnya folikel. Proses tersebut terjadi kurang lebih 14 hari sebelum siklus menstruasi selanjutnya. Sedangkan untuk pria, proses ini akan berlangsung setiap saat karena sel sperma dihasilkan secara terus menerus.

  1. Kenaikan hormon

Setelah folikel melepaskan sel telur, maka ia akan berkembang menjadi korpus luteum. Kemudian, korpus luteum tersebut akan menghasilkan hormon yang berfungsi menebalkan lapisan rahim untuk mempersiapkan berbagai hal ketika masa kehamilan dimulai.

  1. Sel telur menuju ke Tuba Falopi

Sel telur yang sudah dilepaskan oleh folikel akan menuju ke tuba falopi dan akan menunggu selama 24 jam untuk menunggu dibuahi oleh sel sperma. Proses ini biasanya terjadi dalam 14 hari setelah siklus menstruasi selesai.

  1. Sel telur tidak dibuahi

Jika sel telur tidak dibuahi, maka sel telur tersebut akan menuju ke rahim dan hancur dengan sendirinya. Hormone yang dihasilkan korpus luteum juga akan kembali normal. Lapisan rahim yang awalnya menebal juga akanmenipis dengan meluruhkan darah dari dinding rahim atau biasa disebut dengan siklus menstruasi.

  1. Sel telur dibuahi (fertilisasi)

Fertilisasi dapat disebut sebagai proses bertemunya sel sperma dengan sel telur di tuba falopi. Proses tersebut terjadi apabila sel sperma berhasil menembus dinding sel telur yang masih bertahan di tuba falopi. Hanya sel sperma yang berkualitas yang mampu mencapai sel telur. Apabila sperma telah berhasil mencapai sel telur, maka sel telur akan menutup diri agar tidak ada sel sperma lain yang membuahi.

  1. Implantasi

Sel sperma yang mampu mencapai sel telur akan membuat pertahanan diri serta materi genetik dengan sel telur dan akan melakukan penggabungan. Sel telur yang dibuahi (zigot) akan bertahan selama 3 sampai 4 hari di tuba falopi. Zigot akan membelah diri dan menghasilkan embrio yang sangat banyak sehari setelah sel telur dibuahi. Setelah sampai di rahim, maka embrio akan menempel dan tertanam di dinding rahim yang telah menebal. Inilah yang disebut dengan proses implantasi.

  1. Awal kehamilan

Jika proses implantasi telah terjadi, maka janin yang ada di tubuh wanita (ibu) akan mulai berkembang dan biasanya disertai dengan gejala-gejala tertentu. Beberapa gejala yang sering terjadi di antaranya terlambat haid, muncul flek atau bercak darah pada vagina, payudara mulai membesar, mual dan tidka nafsu makan, ngidam atau tiba-tiba ingin makan sesuatu.

Itulah proses kehamilan yang perlu Anda ketahui sebagai calon ibu. Semoga, dengan informasi tersebut dapat menambah wawasan Anda tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehamilan.

sumber : https://babyologist.com/blog/bagaimana-proses-terjadinya-kehamilan-n1491

 

Leave a Reply